Selasa, 21 Desember 2010

Hari Ibu

   Assalamualaikum!

   Wah! Tidak terasa aku berjumpa lagi dengan hari ini. Ya, "Hari Ibu" adalah hari istimewa untuk Ibuku. Um....Mungkin bukan hanya untuk Ibuku saja, tetapi juga untuk seluruh Ibu yang ada di seluruh dunia. Pada hari ini, kita bisa menunjukkan rasa sayang kita kepada orang yang telah melahirkan kita itu dengan tulus. Misalnya memberikan kartu ucapan, atau mengajaknya jalan-jalan sambil bercanda-tawa di sela perbincangan. Tetapi, aku tahu kita semua memiliki cara tersendiri untuk menjadikan hari ini begitu special di mata Ibu.
   Jasa-jasa Ibu kita tercinta tidak akan bisa dihitung, dan dibalas. Tentu saja, itu karena ia begitu ikhlas memberikan dan mencurahkan segala kasih sayangnya dibalut dengan untaian doa agar kita menjadi yang terbaik. Seorang Ibu adalah malaikat bagi anak-anaknya. Malaikat yang tak kenal lelah mengurus kita.
   Tentu kita tak ingin merepotkan Ibu yang begitu lelah. Ibu pun ingin kita menjadi lebih mandiri dalam mengurus diri sendiri. Namun, perlu diketahui, ada sebesit kekhawatiran dalam tatapan Ibu pada kita. Ibu begitu takut jika kelak nanti ia tak akan mendengar lagi rasa sayang kita kepadanya. Karena kita sudah terlalu sibuk dengan hari-hari dan teman-teman baru. Meski begitu, Ibu tetap mau mendengar setiap keluh kesah kita. Berusaha menjadi tempat yang aman untuk berteduh meski hanya sesekali kita datang kepadanya. Ya, itu karena rasa cintanya pada kita akan tetap melekat abadi sepanjang masa.

   Kasih Ibu...
   Kepada Beta...
   Tak terhingga sepanjang masa....
   Hanya memberi, tak harap kembali....
   Bagai sang surya menyinari dunia....

   "Ibukuuu tercintaaa! Maafin aku ya, Bu. Mungkin kenakalanku yang jauh melebihi batas normal (?) ini sering membuatmu frustasi. Tingkah konyolku yang mungkin selalu mengiris-iris lubuk hatimu, mungkin sesuatu yang menjadi kebiasaanku dan aku ingin meminta maaf! Bila terkadang banyak sekali kata-kata yang tidak berkenan dariku, aku harap engkau mau mengajarkanku bagaimana menjadi budi pekerti yang halus,"
   Begitulah ucapan ceplas-ceplosku pada Ibu. Dan, aku sedikit kecewa saat Ibuku tidak menjawab perkataanku dengan mendramatisir atau dengan adegan-adegan seperti di sinetron, seperti berlinang air mata atau sebagainya, melainkan sebaliknya ia terkekeh-kekeh sambil meledekku. Hihihi....Kalau sudah begini, pastilah yang ada hanyalah lelucon-lelucon andalan kami berdua untuk ditertawakan. ^_^

   Tetapi, jangan hanya pada hari ini kita mengistimewakan Ibu, melainkan untuk setiap saat kala kita masih bisa mengukir senyum di hati Ibu. Selamat Hari Ibu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar